Assalamu’alaikum sababat Santri…. kalian pernah mengalami kesulitan saat membaca Al-Quran? Atau menemukan
ayat-ayat yang sulit dihapal? Mungkin bukan ayat Al-Qurannya yang sulit, tapi
cara kita membacanya yang keliru. Karena Allah menurunkan Al-Quran dan Allah
pun memberikan kemudahan membacaya. Walaqad
yassarnal qur-aana lidzdzikri (“dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur’an
untuk pelajaran.”) maksudnya telah Kami mudahkan lafaznya dan kami mudahkan
pula pengertiannya bagi orang-orang yang hendak memberikan peringatan kepada
umat manusia. Kamu ingin mulai menghapal Al-Quran?
Yuk kita baca dulu tips berikut ini.
1. Niat Karena Allah
Sebelum memulai menghapal Al-Qur’an, niat harus menjadi
perhatian utama. Untuk apa kamu menghapal Al-Qur’an? Apakah kamu menghapal Al-Qur’an
karena ingin dikatakan Hafizh? ataukah kamu ingin menghapal Al-Qur’an
agar bisa mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan pendidikan dengan mudah?
Apakah kamu ingin menghapal Al-Qur’an semata-mata untuk menyenangkan hati orang tua? Bila niat kamu menghapal Al-Qur’an karena hal-hal
tersebut, maka sangat wajar bila kamu merasakan kesulitan dalam menghapal.
Dalam menghapal Al-Qur’an, niat harus benar-benar murni karena ingin
mendapatkan ridho Allah Ta’ala. Ada pun nikmat dunia, insya Allah akan berikan
kepada para penghapal Al-Qur’an. Kemudian bila kamu merasa telah ikhlas semata karena kamu
menghapal, lalu masih merasa kesulitan, bersabarlah. Mungkin beberapa waktu
kemudian kamu akan benar-benar merasakan kemudahan dalam menghapal, atau Allah
menghendaki pahala yang banyak kepada Kamu dengan terus mengulangi ayat demi
ayat Al-Qur’an.
2. Mulai Aja Dulu…
Kalau kamu tidak segera mulai menghapal, kapan kamu dapat
menyelesaikan hapalan tiga juz. Tidak perlu menunggu momen yang tepat. Mulailah
menghapal sedikit demi sedikit dari sekarang. Menunda-nunda waktu akan membuat
semangat kamu untuk khatam 30 juz perlahan akan luntur.
3. Gunakan Mushaf yang Sama
Menghapal Al-Qur’an dari cetakan yang sama akan sangat
berpengaruh pada kecepatan menghapal kamu. Hapalan akan lebih mudah lengket
dalam memori kamu, bila mushaf yang kamu gunakan dari satu cetakan yang sama.
Sangat tidak disarankan bergonta-ganti mushaf dalam menghapal, karena sangat
mempengaruhi kecepatan hapalan, maupun kekuatan hapalan.
Selain Cetakan yang sama, gunakan Al-Qur’an yang lebih
mudah kamu baca. Kamu bisa membeli Al-Qur’an dari cetakan-cetakan yang
terkenal lalu konsisten menggunakan mushaf tersebut, baik saat masih menghapal
maupun setelah kamu selesai menghapal dan mulai masuk pada tahap murojaah.
3. Mengulangi Bacaan
Tidak orang yang bisa menghapal banyak
ayat-ayat Al-Qur’an bila malas membaca dan mengulang-ulang ayat tersebut.
Ketahuilah mereka yang terkenal cepat hapalannya, kesungguhannya
mengulang-ulang ayat yang mereka hapal itulah kuncinya. Semakin sering kamu
mengulangi satu ayat, akan lebih mudah ayat tersebut lengket diingatan kamu.
4. Setor Hafalan
Berapa pun ayat yang kamu hapal, setorkan kepada orang yang
bacaannya bagus dan paham
ilmu tajwid. seperti imam-imam masjid, guru tahfiz, guru ngaji di mana pun.
Usahakan menyetorkan hapalan Al-Qur’an minimal satu kali setiap hari. Agar
kamu bisa lebih cepat menyelesaikan hapalan tiga puluh juz sempurna,
disiplinlah dalam menyetorkan hapalan, jangan lewat satu hari tanpa menyetorkan
hapalan.
Untuk menyetor hapalan Al-Qur’an, tidak mesti menunggu
sampai satu lembar atau satu halaman baru menyetorkannya. Kalau dalam satu hari
cuma bisa hapal satu ayat, setorkan yang telah kamu dapat hapal hari itu. Dengan
menyetorkan hapalan, motivasi untuk menambah hapalan baru akan lebih meningkat.
Setorkan hapalan kamu pada orang yang memang bacaannya bagus
dan faham ilmu tajwid. Jangan setorkan hapalan kepada orang yang bacaannya
tidak baik, apalagi kalau dia tidak faham ilmu tajwid. Ini akan sangat
berpengaruh pada bagus tidaknya hapalan kamu. Bila kamu menyetorkan hapalan
kepada orang yang tidak ahli, boleh jadi dia melewatkan kesalahan yang kamu
lakukan dalam menghapal, dan kamu pun tetap dalam kesalahan tersebut.
5. Pilih Waktu yang Tepat Untuk Menghapal
Secara umum, waktu terbaik untuk menghapal adalah sebelum
dan setelah fajar. Pada waktu ini, otak masih segar dan keadaan juga tenang,
sehingga hapalan akan lebih cepat masuk saat menghapal pada waktu-waktu
tersebut. Ini bukan berarti kamu hanya menghapal pada itu saja, karena
sebagian orang merasa hapalannya lebih mudah masuk pada waktu dhuha, yang lain
mengatakan lebih suka menghapal setelah zuhur, sebagian mengatakan hapalannya
lebih cepat masuk setelah asar, atau magrib, atau setelah isya. Setiap orang
memang memiliki perbedaan dalam hal ini.
6. Menghapal Secara Bertahap dan Konsisten
Saat
baru mulai menghapal, jangan paksakan diri kamu menghapal Al-Qur’an dalam
jumlah yang banyak sekaligus. menghapal sedikit demi sedikit secara konsisten
jauh lebih baik.
Kamu boleh-boleh saja menghapal dan menyetorkan hapalan
setiap hari dengan jumlah yang banyak, misal seperempat juz, namun hal itu
harus diimbangi dengan waktu murojaah yang lebih banyak pula. Hal ini untuk
tetap menjaga kekokohan hapalan kamu.
7. Gunakan Durasi Waktu Saat Menghapal
Komitmenlah pada durasi waktu kamu mengahapal, bukan pada jumlah
ayat yang harus kamu hapal. Bila kamu biasanya menghapal selama dua jam setiap
hari, komitmenlah dengan dua jam tersebut. Berapa ayat pun yang kamu hapal,
yang terpenting kamu harus menghfal selama dua jam.
8. Gunakan Metode Hapalan yang Paling Mudah
Setiap orang punya cara yang lebih mudah untuk menghapal. Jangan paksakan
mengikuti suatu metode menghapal hanya karena orang lain bisa menghapal cepat
dengan metode tersebut. Kamu boleh mencobanya, bila sesuai, ikuti. Bila tidak
sesuai, sebaiknya pakai metode yang lain.
9. Mengulangi Hapalan Sebelum atau Sesudah Sholat 5 Waktu
Manfaatkan waktu sebelum atau sesudah sholat wajib lima
waktu untuk menghapal atau mengulangi hapalan. Sisihkan waktu minimal 15 menit
dan konsistenlah. Kamu bisa manfaatkan waktu menunggu waktu sholat sambil
mengulangi hapalan. Dengan demikian, kamu juga bisa sholat tepat waktu lima
kali sehari. Bila kamu konsisten mengulangi hapalan 15 atau 20 menit
sebelum atau sesudah sholat wajib lima kali sehari, maka insya Allah hapalan kamu
bisa tetap terjaga tanpa memberatkan kamu terkait dengan waktu menghapal.
10. Cari Waktu Khusus untuk Murojaah Setiap Hari
Selain waktu sholat wajib 5 kali sehari, kamu juga harus
meluangkan waktu khusus setiap hari untuk murojaah (mengulang) hapalan. Ini demi kelancaran
dan kekokohan hapalan kamu. Semakin banyak hapalan kamu, semakin banyak pula
waktu yang harus kamu alokasikan untuk mengulang.
11. Jangan Berlebihan Makan,
Ngobrol, dan
Tidur
Tanpa disadari, hal-hal diatas sangat berpengaruh pada
kecepatan hapalan dan kemampuan mengingat hapalan. Banyak tidur, makan, dan
berbicara akan membuat otak menjadi lemah dalam menghapal, terutama dalam menghapal
Al-Qur’an.
12. Menghapal untuk selalu dekat dengan Al-Quran
Saat mulai menghapal, niatkan untuk menghapal bukan untuk
khatam tapi untuk setia dengan Al-Qur’an, agar setelah menyelesaikan hapalan 30
juz, kamu tidak meninggalkan Al-Qur’an dan tetap semangat mengulang hapalan.
Tetap menjaga metode dalam Cara Menghapal Al-Qur’an yang kamu sukai karen
dengan demikian akan lebih membuat kamu senang dengan Al-Qur’an.
13. Banyak Berdoa
Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha cara menghapal Al-Qur’an, Allah
yang menentukan dengan kehendakn-Nya. Karena itu, perbanyaklah doa memohon kekuatan hapalan.
Gunakan waktu-waktu doa mustajab untuk memohon agar Allah memberikan kamu semangat dan kemudahan dalam
menghapal kitab-Nya.
Kecintaanmu pada Al-Quran adalah
caramu dekat kepada Allah. Menghapal Al-Quran adalah amalan yang sangat baik
dan sangat dicintai Allah. Dari sekarang jadikan dirimu lebih bermakna dengan
menghapal Al-Quran dan menjaga setiap hari, memahaminya, dan mentadabburi
kandungannya. Wallahu a'lam bishawab. Semoga bermanfaat.
#TipsMenghapal
#CintaAl-Quran
#MagribMengaji
#AnakMasjid
#TipsMenghapal
#CintaAl-Quran
#MagribMengaji
#AnakMasjid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar