Geliat Pesantren sejak Masa Perjuangan Kemerdekaan hingga Era Milenium




Kemerdekaan bangsa Indonesia tak bisa lepas dari peran pesantren. Pesantren yang tumbuh subur di Indonesia dari Sabang sampai Merauke merupakan bukti sejarah bangsa ini. Pesantren telah berandil besar dan menjadi bagian dari perjuangan masyarakat melawan penjajahan. Hal ini kita tak bisa dikesampingkan begitu saja. Ada banyak peran ulama, kiyai, santri sejak masa pra kemerdekaan. Mereka telah bergerak aktif dalam berbagai perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan-tangan penjajah. Salah satunya adalah upaya melawan kebodohan. Sinergi yang dibangun pesantren telah mengakar kuat hingga kini. Yakni semangat perjuangan untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia lewat ilmu dan nilai-nilai kemandirian.


Para kyai dengan semangat keilmuan dan  kemandiriannya telah mampu mengayomi masyarakat dalam wadah-wadah pesantren yang ditanganinya. Mereka memiliki semangat yang sama dalam rangka menyiapkan generasi muda yang cakap dan mampu hidup mandiri. Mereka adalah pion-pion yang tangguh dan siap bertanding di ‘meja catur’ kehidupan yang sesungguhnya.

Filosofi kemandirian yang ditanamkan pesantren telah mampu mengubah bangsa ini hingga seperti yang anda lihat seperti sekarang ini. Perjuangan para kiyai dan santri dalam kemerdekaan tidak hanya perjuangan fisik saja, tetapi perjuangan pemikiran dan intelektual.  Terbukti dengan tumbuhnya organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan. Mereka mendirikan organisasi tersebut adalah untuk tujuan yang mulia. Di antaranya, membantu fakir miskin, menghilangkan kebodohan dan kemiskinan, peningkatan keimanan dan spiritual.

Dunia pesantren dan perjuangan kemerdekaan merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Dunia santri dan bangsa ini akan selalu terhubung dalam jalinan emosional yang sama. Yakni semangat patriotisme yang tak bisa dinafikan. Sehingga tidak benar atau ngawur melabeli Islam dengan berbagai macam label negatif seperti radikal, teroris atau tidak Pancasilais.  Dunia santri dan rakyat Indonesia mesti waspada jangan sampai diadu domba antara ulama dan santri kita dengan pemerintah, TNI dan Polri.  Jika ada, itu dapat dipastikan ulah pihak-pihak yang tidak suka kepada Islam dan Negara Republik Indonesia ini.

Menurut data yang diperoleh dari website resmi Kemenag 2019. Jumlah pesantren di Indonesia saat ini ada sebanyak 25.938 yang tersebar di Nusantara. Dengan jumlah santri sebanyak 3.962.700 santri.





Data ini menunjukkan angka tertinggi diperoleh Provinsi Jawa Barat, disusul peringkat kedua oleh Provinsi Jawa Timur, dan Ketiga Provinsi Jawa Tengah. 







Data di atas hanyalah salah satu bukti bahwa pesantren ini benar-benar dicintai oleh masyarakat. Meski pun hingga saat ini masih ada saja orang yang memandang sebelah mata. Namun dunia harus buka mata lebar-lebar bahwa Indonesia ini bukanlah apa-apa jika tanpa rahmat Allah dan ada peran pesantren di dalamnya. Wallahu a'lam bishawab. (Syerif Nurhakim)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MELANJUTKAN KEBAIKAN RAMADAN DI BULAN SYAWAL

  Assalamu'alaikum  saudaraku sekalian Momentum Ramadan 1445 H telah kita lewati bersama, dan kini kita memasuki Bulan Syawal 1445 H. D...