5 NASIHAT PERKAWINAN: Benteng Keluarga Sakinah



Rasanya Anda semua yang membaca artikel ini insya Allah mendambakan keluarga yang bahagia mawaddah wa rahmah, bukan? Tentunya keluarga bahagia yang sakinah penuh dengan keceriaan dan keberkahan di dalamnya. Namun, tidaklah mudah mewujudkan kebahagiaan jika tanpa ilmu yang tepat. Apalagi jika kita menginginkan keberkahan di dalamnya . Tapi Anda tidak perlu khawatir. Agama Islam adalah agama yang sempurna dan menjadi rahmatan lil’alamin. Untuk urusan ini agama telah mengajarkan beberapa kuncinya agar bisa Anda terapkan sebaik mungkin.

Pertama, tumbuhkan keyakinan dalam diri Anda dan pasangan bahwa tujuan utama Anda menikah adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. 

Seorang ulama asal Andalusia (Spanyol) Ibn Hazm, beliau mengatakan. “Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah hanyalah musibah.”

Jika kita mau menghubungkan dengan kehidupan kita saat ini. Betapa banyak hal yang mengganggu aktivitas kehidupan kita. Dari peralatan elektronik seperti  gadget (baca: Smartphone), permainan video  games, televisi, dan lain sebagainya yang memenuhi keseharian kita. Barang-barang tersebut kita beli dan ‘menumpuk’ dan sulit lepas dari kehidupan kita. Tapi, apakah niat Anda membeli peralatan itu? Apakah untuk edukasi atau hanya kesenangan semata?

Tanpa kita sadari, banyak sekali peralatan yang bukannya mengedukasi, justru lebih cenderung melalaikan kita dengan Allah. Naudzu billah min dzaalik.  Nyatanya banyak peralatan elektronik seperti  gadget bisa mengurangi keakraban orang tua dengan anaknya atau pun sebaliknya. Gadget mungkin telah mengambil banyak waktu berharga kita yang semestinya bisa digunakan untuk sesuatu yang lebih berharga. Tak sedikit dari kita bahkan harus mencicil peralatan yang cukup mahal demi sebuah gengsi sosial. Namun, kita lupa akan kata syukur yang mestinya selalu terucap di setiap waktu yang kita lewati.

Kedua, Marilah kita tanamkan kebiasaan dekat dengan Al-Quran, yakni dengan membacanya dan mentadabburi isinya. Kegemaran membaca Al-Quran akan membawa ketenangan dan ketentraman dalam hati kita. Lakukanlah oleh Anda dan pasangan dengan penuh keikhlasan. Lebih baik jika semua anggota keluarga dapat mengamalkannya. Insya Allah rumah akan aman dari gangguan syetan.

Dari Abu Hurairah radhiAllahu’anhu bahwa Rasulullah shalallahu ’alaihi wasalam bersabda, “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim).

Ketiga, dawamkan-lah (biasakan)  kalimat zikir (mengingat Allah) di antara waktu-waktu berharga yang kita miliki. Zikir yang kita ucapkan dapat menghilangkan kegalauan, kebimbangan, dan kesempitan dada. Dengan zikir, ada ketenangan hati yang akan terus lahir.

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Rad’u [13]: 28).

Keempat, jadikanlah rumah yang kita huni itu sebagai benteng pertahanan diri dari api neraka.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ
غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim [66]: 6).

Kelima, dampingilah hidup dengan tuntunan syariat agama yang benar. Dengan menjalankan hidup sesuai syariat, Insya Allah kehidupan rumah tangga akan menjadi tenteram. Keluarga mendapatkan nafkah yang halal dan diperoleh dari usaha dan rezeki yang halal pula. Pastikan harta yang masuk ke rumahmu adalah harta yang halal, bebas dari riba serta syubhat

Jadikanlah profesi yang Anda jalankan menjadi pintu rezeki yang halal sehingga anak dan istri terjaga dari sesuatu yang memudharatkan. Tetaplah istiqomah dengan terus memperdalami agama Islam secara menyeluruh agar senantiasa tergolong sebagai orang-orang yang cerdas secara syariat. Semoga bermanfat. Wallaahu a’lam bishawaab. *** (Ustadz Syerif Nurhakim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MELANJUTKAN KEBAIKAN RAMADAN DI BULAN SYAWAL

  Assalamu'alaikum  saudaraku sekalian Momentum Ramadan 1445 H telah kita lewati bersama, dan kini kita memasuki Bulan Syawal 1445 H. D...