CARA TIDUR SEHAT YANG ISLAMI


Assalamu’alaikum Sobat santri yang budiman…semoga kita semua senantiasa diberikan Allah kesehatan lahir dan batin. Kali ini kita akan bicara soal tidur yang sehat ala Rasulullah saw. Sebelum lebih jauh membahas tentang tidur yang sehat, yuk kita cari tahu dulu apa makna tidur itu sendiri. Tidur adalah keadaan istirahat alami yang dialami oleh makhluk hidup seperti manusia dan hewan. Manusia membutuhkan sepertiga dari jumlah waktu hidupnya untuk tidur. Nah, lalu bagaimana sebaiknya orang itu tidur? Bagaimana cara tidur yang benar? Bagaimana ajaran Rasulullah tentang tidur yang baik.

Pertama, Padamkan lampu dan kuncilah pintu, tutup semua bejana makanan dan minuman. Rasulullah SAW. Dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur malam, kuncilah pintu dan tutuplah bejana makanan dan minuman."

Ternyata  ada hubungan hadis di atas dengan hasil sebuah penelitian seorang ahli biologi bernama Joan Robert. Menurutnya, tubuh manusia bisa memproduksi hormon melatonin pada saat kondisi hampa cahaya. Hormon melatonin ini diproduksi oleh kelenjar pineal yang bertugas mengatur ritme tidur, meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jantung,  menghambat peningkatan kolesterol, dan berfungsi sebagai antikanker.

Dalam penelitian lain dari Universitas Stanford di California, Amerika Serikat,  menyebutkan bahwa cahaya lampu yang menyala saat tidur dapat memengaruhi hormon dalam tubuh, mengganggu kesehatan mata, dan bahkan berisiko meningkatkan pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Dilansir dari media Vemale, ada fakta mengejutkan bahwa wanita yang tidur dengan lampu menyala bisa memiliki risiko kanker payudara lebih tinggi dibandingkan mereka yang memilih gelap atau memakai cahaya remang-remang saat tidur.

Kedua, Tidurlah dengan Posisi Miring Ke Kanan
Ternyata tidur tidak bisa dilakukan semau kita. Dengan posisi tidur miring ke arah kanan membuat tubuh kita lebih aman. Posisi miring ke kanan adalah untuk mengurangi resiko organ tertindih oleh organ lainnya saat tidur. Terutama bisa mengurangi resiko gagal jantung jika dibandingkan dengan posisi miring ke kiri.  Dengan demikian posisi jantung tetap aman (tetap di sebelah kiri) dan tidak tertindih saat tidur. Bagi pasangan suami istri, posisi tidur miring ke kanan dengan memeluk istri dari belakang akan lebih baik karena sama-sama menjalankan posisi tidur yang sehat. 
Anjuran untuk tidur dengan posisi miring ke kanan ternyata sudah rasulullah ajarkan, jauh sebelum para ahli kesehatan berbicara. Dalam HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710, Nabi Muhammad SAW mengatakan agar ‘Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,’.
Selain menjalankan keutamaan tidur yang baik sesuai hadis di atas, ada manfaat lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. Terutama dari sisi medis. Perintah Nabi ini memiliki manfaat yang luar biasa. 

Ketiga, jangan tidur dengan posisi badan tengkurap
Adab tidur yang tidak kalah pentingnya adalah menjauhi pisisi tidur tengkurap. Larangan tidur tengkurap ini berkaitan dengan  kisah Ya'isy bin Thikhfah Al-Ghifari. Dalam suatu kesempatan dia bercerita, “Bapakku menceritakan kepadaku bahwa ketika aku tidur di masjid di atas perutku (tengkurap), tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan kakiku dan berkata, ‘Sesungguhnya tidur yang seperti ini dimurkai Allah.’ Bapakku berkata, ‘Setelah aku melihat ternyata Beliau adalah Rasulullah SAW’,” (HR. Thabrani)

Berkenaan dengan larangan tidur tengkurap para ahli kesehatan menjelaskan bahwa keadaan tidur pulas secara tengkurap dan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan otot dada dan pernapasan  tidak dapat mengembang secara baik dan maksimal. Karenanya hal ini dapat mengakibatkan aliran oksigen menjadi terganggu dan lebih sedikit sehingga menyebabkan sesak nafas. Tidur dengan posisi kiri pun berbahaya karena bisa menghimpit jantung dan mengakibatkan sirkulasi dara ke otak terganggu.  

Hasil peneliti lain dari Australia, Dr. Zafir al-Attar menunjukkan bahwa Posisi yang salah saat tidur terutama pada anak-anak tiga kali lebih besar saat mereka tidur dalam keadaan tengkurap. Keadaan ini terjadi karena mereka akan mengalami kesulitan bernapas saat tidur akibat himpitan ke arah dada saat dada dalam kondisi merenggang dan kontraksi saat bernapas. Selain itu hal ini juga dapat mengakibatkan kekurangan asupan oksigen dan memengaruhi kinerja jantung dan otak.

Keempat, Jangan Tidur dengan posisi Tubuh Telentang
Posisi tidur terlentang bisa memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan yang disebut dengan istilah GERD. Hal ini disebabkan oleh bentuk lambung yang mirip dengan kantung. Saat kita tidur telentang, apalagi tanpa bantal, maka posisi lambung ini bisa jadi lebih tinggi dari kerongkongan kita sehingga asam lambung akan mengalir balik ke kerongkongan dan memicu masalah kesehatan ini. Karena alasan inilah ada baiknya kita tidur dengan memakai bantal demi mencegahnya.

Kelima, Letakkan Telapak Tangan kanan di bawah Pipi kanan
Posisi miring ke kanan dengan tumpuan telapak kanan di pipi kanan membuat posisi badan tetap  stabil pada kondisi yang sesuai, sehingga posisi organ tidak khawatir akan tertindih.

Keenam, Tidurlah lebih Awal yakni setelah Shalat Isya
Salah satu hal yang membuat kita terlambat bangun shalat subuh adalah karena kita banyak menghabiskan waktu untuk begadang. Hal ini sangat mengganggu ritme tubuh yang seharusnya dapat istirahat secara cukup. Dengan tidur lebih awal, tepatnya setelah shalat Isya, bisa membuat kita mudah untuk bangun. Cara ini sangat dianjurkan untuk dilakukan untuk menyiapkan kondisi badan agar badan selalu fit di keesokan harinya. 

Ketujuh, Berdoalah sebelum tidur
Janganlah anda menyepelekan pentingnya doa sebelum tidur. Dengan berdoa kita menitipkan kepada Allah sang Pencipta agar memberikan perlindungan dari segala macam bahaya yang tampak maupun yang tidak tampak saat kita terlelap. Bacalah ayat Kursy dan berniatlah untuk bangun di sepertiga malam untuk shalat tahajjud. 

Semoga bermanfaat. Wallaahu a'lam bishawaab. [Syerif Nurhakim] 

8 Bahaya Tidur di Pagi Hari

#TidurSehat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MELANJUTKAN KEBAIKAN RAMADAN DI BULAN SYAWAL

  Assalamu'alaikum  saudaraku sekalian Momentum Ramadan 1445 H telah kita lewati bersama, dan kini kita memasuki Bulan Syawal 1445 H. D...