Tampilkan postingan dengan label pondok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pondok. Tampilkan semua postingan

Sejarah 5 Pondok Pesantren Tertua di Indonesia


Assalamu’alaikum sobat santri yang budiman….
Kamu ingin tahu sejarah pondok pesantren tertua di Indonesia? Berikut ini daftar 5 pesantren tertua di Indonesia yang perlu kamu ketahui. Setidaknya untuk mengetahui bagaimana para pendahulu kita dahulu nyantri. So baca terus ya…

1. Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur. Berdiri 1718 M.
Menurut sebuah sumber, Pesantren Sidogiri yaitu 1718 atau 1745. Berdasarkan catatan yang ditulis Panca Warga tahun 1963 disebutkan bahwa Pondok Pesantren Sidogiri didirikan tahun 1718. Catatan itu ditandatangani oleh Almaghfurlahum KH Noerhasan Nawawie, KH Cholil Nawawie, dan KA Sa’doellah Nawawie pada 29 Oktober 1963.

Dalam keterangan yang lain berdasarkan surat yang ditulis pada tahun 1971 yang ditandatangani oleh KA Sa’doellah Nawawie, menyebutkan  bahwa tahun tersebut (1971) merupakan hari ulang tahun Pondok Pesantren Sidogiri yang ke-226. Dari sini disimpulkan bahwa Pondok Pesantren Sidogiri berdiri pada tahun 1745. Dalam kenyataannya, versi terakhir inilah yang dijadikan patokan hari ulang tahun/ikhtibar Pondok Pesantren Sidogiri setiap akhir tahun pelajaran.

Rata-rata per tahun jumlah santri putra jumlahnya sebanyak 5063 dan putri 5137. Pondok pesantren ini ini juga menyelenggarakan sistem pendidikan madrasdah yakni Tipe A sebanyak : 79 madrasah (di Pasuruan) dan Tipe B sebanyak 34 madrasah (di luar Pasuruan).

2. Pondok Pesantren Jamsaren, Jawa Tengah 1750 M
Pondok Jamsaren merupakan pondok pesantren tertua di Pulau Jawa sebab pondok pesantren yang berlokasi di Jalan Veteran 263 Serengan Solo ini sudah berdiri sekitar tahun 1750. Dalam sejarahnya, pondok ini melewati dua periode, setelah mengalami kevakuman hampir 50 tahun, antara 1830 – 1878.


Semula, pondok pesantren yang didirikan pada masa pemerintahan Pakubuwono IV ini hanya berupa surau kecil. Kala itu, PB IV mendatangkan para ulama, di antaranya Kiai Jamsari (Banyumas). Nama Jamsaren itu juga diambil dari nama kediaman Kiai Jamsari yang kemudian diabadikan hingga sekarang.

Vakumnya pondok pada 1830 disebabkan terjadinya operasi tentara Belanda. Operasi itu dimulai lantaran Belanda kalah perang dengan Pangeran Diponegoro pada 1825 di Yogyakarta. Karena kalah, Belanda melancarkan serangkaian tipu muslihat dan selanjutnya berhasil menjebak Pangeran Diponegoro. Karena itu pada 1830, para kiai dan pembantu Pangeran Diponegoro di Surakarta dan PB VI bersembunyi dan keluar dari Surakarta ke daerah lain, termasuk Kiai Jamsari II (putra Kiai Jamsari) dan santrinya.

Kini, jumlah santri pondok pesantren Jamsaren lebih dari dua ribu santri yang terdiri dari santri muqim (menetap) sekitar 160 santri.

3. Ponpes Miftahul Huda (PPMH), Gading Malang, Jawa Timur 1768 M
Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) Malang didirikan oleh KH. Hasan Munadi pada tahun 1768. PPMH juga dikenal dengan nama Pondok Gading karena tempatnya berada di kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Bahkan nama yang terakhir lebih masyhur dikalangan masyarakat.

KH. Hasan Munadi wafat pada usia 125 tahun. Beliau mengasuh pondok pesantren ini selama hampir 90 tahun. Beliau meninggalkan empat orang putra yaitu: KH. Isma'il, KH. Muhyini, KH. Ma'sum dan Nyai Mujannah. Pada masa itu, Pondok Gading belum mengalami perkembangan yang signifikan.

Kepada KH Moh. Yahya inilah KH. Isma'il menyerahkan pembinaan dan pengembangan Pondok Gading. KH. Ismail kemudian wafat pada usia 75 tahun setelah mengasuh Pondok Gading selama 50 tahun. Sebagai pengasuh generasi ketiga, KH. Moh. Yahya memberi nama pondok pesantren gading dengan nama "Pondok Pesantren Miftahul Huda". Beliau mengizinkan para santrinya untuk menuntut ilmu di lembaga formal di luar pesantren. Sebuah kebijakan yang cukup berani dan tergolong langka saat itu. Ternyata dengan kebijakan ini, Pondok Gading berkembang semakin pesat.

4. Ponpes Buntet, Cirebon, Jawa Barat 1785 M
Data tertulis mengungkapkan, pondok pesantren Buntet didirikan oleh Kiyai Muqayim pada tahun 1758. Pada awalnya, mbah Muqayim (sebutan untuk Kiyai Muqayim bagi anak cucunya) membuka pengajian dasar-dasar al-quran, bagi masyarakat Desa Dawuan Sela (1 Km ke sebelah Barat dari Desa Mertapada Kulon (lokasi pondok pesantren Buntet sejak tahun 1750-an). Tempat berlangsungnya pengajian itu adalah sebuah Panggung Bilik Bambu ilalang yang di dalamnya terdapat beberapa kamar tidur atau pondokan yang dindingnya terbuat dari bambu dan atapnya terbuat dari pohon ilalang (sejenis rumput yang tinggi).

Sistem kepemimpinan yang berlangsung di Pondok Pesantren Buntet, secara umum juga terjadi di beberapa Pesantren tradisional lainnya yaitu selalu dipimpin oleh kiyai keturunan dari kiyai pendiri Pesantren (mbah Muqayim atau K. Muta’ad). Namun dipelajari secara mendasar, sistem kepemimpinan di Pondok Pesantren Buntet memi-liki ciri khas tersendiri. Kekhasan ini terjadi, karena latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Buntet yang didirikan oleh seorang kiyai (mbah Muqayim) yang berasal dari keluarga Kesultanan Cirebon, sehingga dalam mengendalikan kepemimpinannya tampak seperti mengendalikan sebuah kerajaan yakni diutamakan kepada kiyai putra dari istri pertama. Ini dapat diperhatikan, antara lain dari sebutan “Buntet Pesantren” dan suasana daerah.

5. Ponpes Darul Ulum, Banyuanyar, Pamekasan, Madura 1787
Pondok Pesantren Banyuanyar bermula dari sebuah langgar (musholla) kecil yang didirikan oleh Kyai Itsbat bin Ishaq sekitar tahun + 1787 M/1204 H. Beliau adalah salah seorang ulama kharismatik yang terkenal dengan kezuhudan, ketawaduan dan kearifannya yang kemudian melahirkan tokoh-tokoh masyarakat dan pengasuh pondok pesantren di Pulau Madura dan Pulau Jawa.

Nama Banyuanyar diambil dari bahasa Jawa yang berarti air baru. Hal itu didasari penemuan sumber mata air (sumur) yang cukup besar oleh Kyai Itsbat. Sumber mata air itu tidak pernah surut sedikitpun, bahkan sampai sekarang air tersebut masih dapat difungsikan sebagai air minum santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Banyuanyar.

Santri Pondok Pesantren Banyuanyar kini berjumlah 4.323 orang, terdiri dari santri putra sebanyak 3.211 orang dan santri putri sebanyak 1.112 orang, yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Madura, Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera serta dari negara sahabat.

Bagaimana sobat? Ternyata sudah sejak lama bangsa Indonesia ini mengenal pondok pesantren. Maka di pesantren manapun kalian berada mari jaga persatuan umat seperti kita mencintai pesantren kita sebagai upaya jihad li i’laai kalimatillah…

Wallahua'lam Bishawab......Semoga bermanfaa :)



10 TIPS BETAH MONDOK UNTUK CALON SANTRI


Kamu mau mondok pesantren, tapi takut gak betah? Ayo, baca dulu artikel ini semoga bisa membuka pandanganmu tentang pondok. Permasalahan tidak betah, itu yang biasanya dirasakan santri yang baru masuk pesantren. Pasti setiap pernah merasakan hal ini. Entah karena alasan apapun yang membuat mereka tidak betah. Mungkin karena alasan kangen dengan orang tua, teman baru yang bandel, peraturan yang ketat ataupun karena faktor yang lain yang banyak dirasakan santri ketika tidak betah. Apalagi santri baru yang sebelumnya belum pernah merasakan bagaimana hidup di pondok. Karena butuh adaptasi yang besar dari hidup di rumah yang serba mewah mungkin, serba ada dan tinggal menikmati. Berbeda ketika hidup di pondok yang semuanya butuh usaha dan pengorbanan terlebih dahulu. Mungkin juga mereka merasa di buang oleh orang tuanya, padahal tidak. Justru orang tua memondokkan anaknya di pesantren agar mereka sukses dan menjadi orang yang berhasil serta berbakti kepada kedua orang tuanya kelak. Begitulah permasalahan santri yang tidak betah di pesantren. Untuk itu di dalam artikel ini akan di bahas bagaimana solusi agar santri dapat betah hidup di pesantren atau tips penting agar kita bisa betah hidup di pondok.


1.  Jangan Suka Menyendiri
Tips yang pertama jangan pernah menyendiri di pesantren. Karena ketika menyendiri kita akan melamun, ingat orang tua, ingat rumah, dan kita merasa tidak betah tinggal di pesantren. Sering kita lihat pada tahun ajaran baru ada santri yang menyendiri dan menangis di pojok kamar ingin pulang karena kangen dengan orang tua. Intinya jangan sekali kali menyendiri di pesantren.

2. Cari Teman Bicara
Tips yang kedua adalah perbanyak teman. Teman menjadi faktor utama yang membuat santri merasa betah di pesantren. Mengapa demikian? Karena teman adalah orang yang setiap harinya bersama kita ketika kita hidup di pesantren. Ada hal apapun pasti teman adalah yang paling pertama menanggapi hal tersebut. Dengan banyak teman hidup kita di pesantren akan semakin berwarna. Karena akan terjadi hubungan yang spesial yaitu seperti hubungan kekeluargaan yang erat. Hubungan ini timbul karena setiap harinya kita melalui hidup di pesantren bersama sama. Susah, senang, sedih, bahagia, canda dan tawa di lalui bersama.  Dengan mempunyai banyak teman, kekurangan kita akan terlengkapi. Kita bisa curhat tentang permasalahan, bisa ngobrol juga. Berbeda dengan orang yang tidak mempunyai teman, ketika mempunyai masalah dia tidak dapat menyelesaikan permasalahan tersebut sehingga akan muncul perasaan yang membuatnya tidak betah.

3. Konseling Dengan  para Ustadz/ Ustadzah
Para guru atau asatidz adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Setiap hari beliau membimbing kita mendidik kita. Dengan dekat dengan guru kita akan mendapatkan nasihat, arahan arahan, kata kata yang membuat kita bisa betah di pondok dan dapat menghadapi permasalahan yang kita alami. Mungkin di ceritakan pengalaman yang menarik dari beliau, kisah-kisah inspiratif yang dapat memotivasi diri kita untuk semangat hidup di pondok. Kita bisa curhat apapun di manapun dan kapan pun, dan insyaalah guru akan memberikan solusi yang terbaik untuk permasalahan yang kita alami. Karena dekat dengan guru juga merupakan kunci kita untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

4. Aktif dalam Kegiatan Positif
Kegiatan di pesantren pasti sangat banyak, mulai dari kita bangun tidur sampai dengan tidur lagi dan sudah terjadwalkan dengan baik. Untuk proses pembetahan biasanya santri disarankan untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang diminati. Contohnya olahraga yang juga akan membuat tubuh kita sehat. Dengan menyibukkan diri dengan kegiatan positif yang di senangi akan mengurangi perasaan yang membuat  kita tidak betah di pondok.

5. Hidup Berhemat
Dalam mencari ilmu memang dibutuhkan pengorbanan harta yang harus di keluarkan. Baik untuk kepentingan pribadi atau kewajiban bulanan pesantren. Untuk itu dengan menghemat uang jajan kita di pondok, selain kita bisa menabung, kita juga akan terbantu ketika ada kebutuhan yang mendadak. Dengan membuat perencanaan  yang baik, akan membantu kita dalam menghemat pengeluaran. Kita mengeluarkan uang ketika benar-benar untuk hal yang kita butuhkan. Tidak hanya sekedar membeli barang yang kita inginkan yang sedikit manfaatnya bagi kita, apabila hanya untuk sekedar pamer.

6. Terus Memperbaiki Niat
Setiap hari kita harus memperbaiki niat. Niatkan hidup kita untuk melakukan hal hal yang baik. Dengan berniat karena allah. Hidup kita  di pesantren akan terasa ringan tidak ada beban. Niat hidup kita di pesantren untuk menuntut ilmu, untuk belajar, untuk mencari ridha allah SWT. Perbaharui niat kita jangan karena di paksa orang tua, atau karena gengsi dengan tetangga, atau niat yang kurang bagus.

7. Berakhlak Baik Setiap Saat
Nabi  Muhammad Rasulullah SAW adalah sebagai suri tauladan kita dalam berahlakul-karimah, berakhlak yang baik.  Seseorang yang memiliki ahlak yang baik akan mempunya banyak teman, semua orang  tidak ada yang memusuhinya. Selain itu dengan berahlak yang baik allah juga akan memberikan balasan yang baik bagi kita.

8.Meminta Doa dan Dukungan Orang Tua
Keridhoan Allah Berada pada keridhoan orang tua, dan murkanya Allah berada pada murkanya orang tua. Dengan meminta keridhoan orang tua membuat jalan hidup kita dipermudah ketika di pesantren. Tidak hanya kita yang harus ihklas, sabar untuk tidak bertemu dengan orang tua dalam waktu yang tidak sebentar  ketika menuntut ilmu di pesantren. Orang tua pun juga harus ikhlas merelakan anaknya belajar di pondok.

9. Banyak Beribadah
Selain kewajiban beribadah kepada allah akan membuat kita semakin dekat dengan allah. Dengan banyak mengingat allah. Allah juga akan mengingat kita. Contohnya Melaksanakan sholat dan membaca Al Qur’an. Juga berdoa. berdoa ketika setelah sholat wajib maupun sholat sunah. Usaha tanpa doa itu kosong, doa tanpa usah itu bohong. Usaha sudah di laksanakan, dan di sempurnakan dengan menambahkan doa, baik sebelum maupun sesudah usaha.  Setelah kita berusaha untuk betah hidup di pondok kita jangan lupa berdoa kepada allah yang maha agung yang mampu membolak-balikkan hati manusia. Kita berdoa agar di berikan ketenangan hidup di pesantren, diberikan kesehatan, kebetahan, kelancaran dalam semua urusan kita.

10. Banyak Berdoa dan Selalu Optimis
Banyak-banyaklah berdoa dan asah terus sikap optimis dalam hal apapaun. Terutama kamu optimis masa depanmu. Masa depan yang cerah sudah menantimu. 

Demikianlah beberapa Tips untuk santri agar betah hidup di pesantren. Memang awalnya berat, namun dengan usaha yang sungguh-sungguh, insyaallah Allah juga akan membantu kita agar membalikkan hati kita betah hidup di pesantren.
 
Selamat mondok,,,,semoga menjadi para santri yang berakhlak luhur. Bisa menjungjung tinggi panji-panji Islam dan menebarkan ilmu dan amal ke penjuru dunia.

MELANJUTKAN KEBAIKAN RAMADAN DI BULAN SYAWAL

  Assalamu'alaikum  saudaraku sekalian Momentum Ramadan 1445 H telah kita lewati bersama, dan kini kita memasuki Bulan Syawal 1445 H. D...