Para sahabat santri, dalam agama
Islam, busana memiliki peranan penting sebagai salah satu kewajiban menutup
aurat. Seiring berjalannya waktu, pemeluk agama Islam di Indonesia mulai
memahami perbedaan antara pakaian sehari-hari dan pakaian khusus untuk
beribadah. Kedua jenis pakaian ini sama-sama penting dan tidak boleh diabaikan
begitu saja. Ada nilai-nilai syariat yang harus dipegang teguh oleh umat. Kita
tidak boleh menjauh dari syariat hanya karena terpengaruh oleh tren mode. Agama
sejatinya memberikan nasihat yang baik dan bermanfaat.
Pada tahun 2010, populasi pemeluk
agama Islam di Indonesia mencapai 85,1% dari total penduduk 240.271.522 jiwa.
Persentase ini tidaklah sedikit. Oleh karena itu, industri busana muslim tidak
bisa mengabaikan angka ini. Kebutuhan akan busana muslim terus meningkat setiap
tahunnya, yang tercermin dari banyaknya marketplace yang menawarkan busana
muslimah dari berbagai merek dengan harga yang bersaing.
Namun, walaupun busana muslim
semakin mudah diakses melalui berbagai aplikasi, masalah belum berakhir di
situ. Di tengah persaingan industri yang sengit, ada sebagian orang yang justru
merusak konsep syariat dengan menjual produk berlabel "Busana Muslim"
namun tidak sesuai dengan standar syariat.
Masih ada banyak busana muslim yang
dijual dengan desain yang ketat, tipis, bahkan tembus pandang. Ada juga yang
menonjolkan aurat yang seharusnya ditutupi rapat-rapat. Seperti yang disebutkan
dalam firman Allah,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ
قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ
مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ
اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak
perempuanmu dan istri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mendekatkan
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih
mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Al Ahzab [33] : 59).
ket: Jilbab bukanlah
penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah
memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.
Allah Ta’ala juga berfirman,
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka
menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24]
: 31).
Syarat
pakaian Wanita:
- Menutupi
seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan
- Tidak
dihiasi gambar dengan warna mencolok atau dengan hiasan gambar makhluk
bernyawa.
- Tidak tipis
dan tembus pandang sehingga menampilkan lekuk tubuh.
- Tidak memberi
wewangian dan parfum
- Tidak
menyerupai pakaian pria atau non muslim
- Tidak
dipakai karena kesombongan
- Pakaian
harus terbuat dari bahan yang halal
Inilah penjelasan ringkas mengenai syarat-syarat jilbab. Akhirnya
kami hanya bisa mengingatkan kepada kaum laki-laki agar istri dan anggota
keluarganya aman dari jebakan ‘mode’ yang bisa mengganggu ketakwaan kita kepada
Allah. Khususnya pada masalah mengenakan busana yang pantas dan sesuai syariat. Tidak ada salahnya ikut mode, tetapi dasar-dasar syariat haruslah tetap kita jaga dan memagari keimanan kita. Apakah mode tersebut masih sejalan dengan syariat atau justru semakin menjauh? Anda tentu bisa menyimpulkannya.
Sebagai penutup ayat berikut ini bisa menjadi nasihat bagi kita semua agar tetap
berhati-hati dalam hidup ini.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah
terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa
yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim [66]: 6)
Semoga
Allah memberi taufik kepada kita semua dalam mematuhi setiap perintah-Nya dan
menjauhi setiap larangan-Nya. Aamiin. (Syerif Nurhakim)
https://shp.ee/mzfbnq5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar